Tuesday, April 28, 2009

wasiat untuk diri sendiri

Aku lelah mengarungi sensasi. Aku lelah mengikuti emosi. Aku lelah bermain hati.

Aku tak ingin lagi melawan arus. Aku tak mau lagi berenang ke tengah samudra.

Aku akan selalu mengingat keluhan ini! keluhan yang menandakan bahwa aku hanya manusia biasa yang tak banyak daya.

Silahkan menuduhku pecundang, munafik,atau lebih dari pada itu!
Itu lebih baik daripada sekedar terseok-seok mencari apa yang di inginkan hatiku.

Aku tak mungkin menaiki perahu yang lain, karna satu kakiku masih menancap di perahu yang lainnya.

Ku akui semua keteledoranku .
Ku akui semua keterlaluanku.
Ku akui semua keterlenaanku.
Ku akui semua kebodohanku.

Perubahan tak berarti menggantikan.
Perubahan tak berarti menghilangkan.
Perubahan tak berarti menghanyutkan.
Perubahan tak berarti melupakan.

Yach! aku akan berhenti berkelana mencari sesuatu yang tak pasti ku butuhkan.
Ku akan kembali pada wujudku tanpa topeng sakit hati yang merubah kejujuranku.

6 comments:

si kumb@ng said...

hmmmm....
jangan pernah mengeluh ya....
dan jangan pernah putus asa terhadap keadaan,
sukses buat km
postingannya bagus banget...

halaman waktu said...

kenapa tulisannya serem gini... bergetar dadaku membacanya.

astrid savitri said...

banyak emosi indah di sini :)

halaman waktu said...

"suatu kali , adalah perlu bagi para hamba Allah untuk mengisolasi diri dari orang lain supaya bisa melaksanakan shalat, mengingat Allah, membaca Al qur'an, dan mengevaluasi diri dari perbuatan-perbuatan lainnya. Menyendiri juga memungkinkan orang untuk berdoa, memohon ampun, menjauhkan diri dari perbuatan jahat dan sebagainya."
(Syaikhul Islam Ibnu taimiyah)

bening said...

duhhhh.....
no koment deh, ngenes aku bacanya hiks

putrabayu said...

Saat berada di antara harapan dan ketidakpastian kadang kita merasa harus menyerah. Begitulah kira2 saat jiwa dipenuhi gejolak.